Solo Bikepacking JLS Jawa : Kau Cantik dan Aku Suka
Saya pernah baca sebuah tulisan yang bilang kalau sosok legendaris Nyi Roro Kidul yang mempesona sekaligus menyeramkan sebenarnya cuma gambaran kiasan dari Laut Selatan Jawa. Dipikir-pikir benar juga, siapa sih yang ga jatuh hati pada pantai-pantai menawan yang berderet di Laut Selatan tapi siapa pula yang tak ketar-ketir melihat keganasan ombaknya. Mengibaratkan alam dengan perempuan -dua ciptaan Tuhan yang sama indahnya- agaknya menarik.
Di mata saya, gunung ibarat gadis kuat nan berkarakter. Cantik tapi tak mudah ditaklukan. Mandiri, jadi pastinya ga suka anak manja, uang kamu pun tak ada artinya di depannya. Sementara goa, seperti wanita pintar yang dingin dan misterius. Kalau di komik Jepang, wanita seperti ini biasanya berkacamata, poni menutupi muka, loner, dan sering dicap aneh. Tapi jika dikenal lebih jauh, mampu bikin si tokoh utama klepek-klepek pada kecantikannya yang tak pasaran. Istimewa.
Saya termasuk salah satu yang kepincut pada 'wanita misterius' ini. Banyak teman yang bertanya kenapa saya hobi main ke goa. Sudah gelap, pengap, sempit, licin, mana banyak kelelawarnya pula. Ah, mungkin mereka akan sedikit paham jika mau mencoba berjalan satu setengah kilo menyusuri Goa Cerme, atau masuk ke Goa Lowo yang dinobatkan sebagai goa terbesar dan terpanjang di Asia Tenggara. Saya rasa indahnya lekuk perut bumi sanggup bikin mereka berhenti bertanya dan mulai bernyanyi lirih, "kau lain sekali, dan aku suka...."






